MUDIK DALAM PERSPEKTIF BUDAYA DAN AGAMA (Kajian Realistis Perilaku Sumber Daya Manusia)

Main Article Content

Abdul Hamid Arribathi
Qurotul Aini

Abstract

Lebaran Idul Fitri identik dengan mudik, menjadi kebutuhan dan seolah kewajiban yang jika ditinggalkan  akan berdosa bahkan terasa ada sesuatu yang hilang. Padahal mudik tidak dikenal dalam ajaran Islam. Dengan kata lain mudik asli tradisi dan budaya Indonesia. Permasalahan : apakah budaya mudik sejalan dengan ajaran Islam dan benarkah Islam datang untuk menghancurkan budaya lokal ?. Tulisan ini bertujuan memberi penjelasan dan menyakinkan kepada pembaca bahwa mudik itu asli budaya Indonesia, namun tetap sesuai dengan ajaran Islam dan Islam datang bukan untuk mengikis dan mengahancurkan budaya lokal, namun untuk meluruskan. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normative yang bersifat deskriptif. Metode yang digunakan metode yuridis normatif. Sumber data sekunder yang digunakan mencakup bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Data yang diperoleh kemudian dipilah-pilah guna memperoleh data, ayat dan hadist yang berkaitan dengan kaidah hukum yang kemudian dihubungkan dengan permasalahan yang dihadapi dan disistematisasikan sehingga menghasilkan klasifikasi yang selaras dengan permasalahan dalam penelitian ini. Selanjutnya bahan hukum yang diperoleh  diolah secara deduktif kualitatif untuk sampai pada kesimpulan, sehingga pokok permasalahan yang  ditela’ah dalam penelitian ini akan dapat dijawab.

Article Details

How to Cite
Arribathi, A., & Aini, Q. (2018). MUDIK DALAM PERSPEKTIF BUDAYA DAN AGAMA (Kajian Realistis Perilaku Sumber Daya Manusia). CICES, 4(1), 45-52. Retrieved from http://ejournal.raharja.ac.id/index.php/cices/article/view/437
Section
Articles

References

[1] Sairin, Sjafr. Perubahan Sosial Masyarakat Indonesia. Yogyakarta, Pustaka Pelajar Offset.2002
[2] M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah, Volume 2, Lantera Hati, Cet ke 10, 2007.
[3] Arie Sudjito, Mudik Lebaran,Yogyakarta, Gajah Mada, 2012.
[4] M. Quraish Shihab, Membumikan Al-Qur’an, Penerbit Mizan, Cet ke 12, 1996.
[5] Tim Penyusun Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Cet ke 4, 1990.
[6] Prof. Dr. M. Yunus, Kamus Mahmud Yunus,tt
[7] Umar Kayam, Seni.Tradisi, Masyarakat, Yogyakarta, Penerbit Pinus, 2002.
[8] https://id.wikipedia.org/wiki/Mudik.
[9] http://aceh.tribunnews.com/2013/08/02/mudik-dalam-perspektif-budaya-dan- syariat.