Adat Kawin Cai dalam Karya Fotografi Dokumenter

Authors

  • Sigit Setya Kusuma Universitas Kuningan
  • Guntur . Institut Seni Indonesia Surakarta
  • Seno Gumira Ajidarma Institut Seni Indonesia Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.33050/mavib.v5i1.2983

Keywords:

Kawin Cai, Ritual Adat, Fotografi Dokumenter

Abstract

Tradisi merupakan warisan budaya yang diturunkan dari generasi ke generasi, diteruskan melalui lisan, tulisan, maupun praktik praktik yang dilakukan secara terus menerus. Tradisi sering kali menjadi identitas budaya dari suatu kelompok masyarakat atau komunitas. Peranan masyarakat menjadi sangat penting dalam upaya mempertahankan dan melestarikan kebudayaan disekitarnya. Tradisi Kawin Cai, salah satu kebudayaan lokal yang ada di daerah Kuningan, Jawa Barat, dipilih sebagai objek pada perancangan ini karena semakin sedikitnya orang yang mengetahui tradisi ini. Dengan tujuan untuk mengedukasi masyarakat khususnya generasi muda sebagai salah satu upaya mempertahankan warisan budaya dengan memvisualisasikan serangkaian proses dari tradisi Kawin Cai melalui fotografi dokumenter. Dalam proses perancangannya menggunakan teknik fotografi dokumenter dengan mengimplementasikan Metode EDFAT (Entire, Detail, Frame, Angle, Time) untuk menghasilkan gambar yang dapat bercerita, serta dapat menampilkan keadaan sebenarnya di lapangan. Hasil yang disajikan berupa visualisasi serangkaian proses dari ritual adat Kawin Cai melalui fotografi dokumenter. Diharapkan perancangan ini dapat menjadi sarana informasi dalam upaya memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat dan dapat menjadi inspirasi bagi perancangan karya selanjutnya.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

  • Sigit Setya Kusuma, Universitas Kuningan

    Program Penciptaan Seni, Sekolah Pascasarjana, Institut Seni Indonesia Surakarta

  • Guntur ., Institut Seni Indonesia Surakarta

    Program Penciptaan Seni, Sekolah Pascasarjana, Institut Seni Indonesia Surakarta

  • Seno Gumira Ajidarma, Institut Seni Indonesia Surakarta

    Program Penciptaan Seni, Sekolah Pascasarjana, Institut Seni Indonesia Surakarta

References

[1] E. M. Niman, “Kearifan Lokal dan Upaya Pelestarian Lingkungan Alam,” Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio, vol. 11, no. 1, pp. 91-106, 2019.
[2] A. Liliweri, “Pengantar Studi Kebudayaan,” Bandung: Nusamedia, 2014.
[3] M. Noerdjito, M. F. Royyani, & H. Widodo, “Peran Adat dan Pensakralan Mata Air Terhadap Konservasi Air di Lereng Ciremai,” Jurnal Biologi Indonesia, vol. 5, no. 3, pp. 363–376, 2009.
[4] Irwandi, & M. F. Apriyanto, “Membaca Fotografi Potret,” Yogyakarta: Gama Media, 2012.
[5] Sugiarto, “Paparazzi: Memahami Fotografi Kewartawanan,” Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2005.
[6] K. S. Lestari, A. Ramadhani, & A. Yulianjani. “Film Dokumenter : Lestari Lenggang Cisadane Sebagai Pelestarian Budaya Kota Tangerang”. MAVIB Journal: Jurnal Multimedia Audio Visual and Broadcasting, vol. 2, no. 1, pp. 39-52, 2021. https://doi.org/https://doi.org/10.33050/mavib.v2i1.1185
[7] T. Antopani, “Fotografi, Pariwisata, dan Media Aktualisasi Diri,” Jurnal Rekam, vol. 11, no. 1, pp. 31-40, 2015.
[8] T. Wijaya, “Photo Story Handbook: Panduan Membuat Foto Cerita,” Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2016.
[9] Dyna, P. W. Setiyanto, & Kusrini, “Fotografi Dokumenter Perubahan Kehidupan Masyarakat Petani di Pantai Sadeng, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta,” Specta: Journal of Photography Arts and Media, vol. 4, no. 2, pp. 1-23, 2020.
[10] Ryan, A. Raharjo, & F. Adityasmara, “Penerapan Metode EDFAT pada Fotografi Dokumentasi Pesta Kesenian Bali 2022,” Retina Jurnal Fotografi, vol. 3, no. 1, pp. 106-117, 2023.
[11] P. W. Setiyanto, & Irwandi, “Foto Dokumenter Bengkel Andong Mbah Musiran: Penerapan Dan Tinjauan Metode EDFAT dalam Penciptaan Karya Fotografi,” Jurnal Rekam”, vol 13, no. 1, pp. 29-40, 2017.
[12] Sugiyono, “Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D,” Bandung: Alfabeta, 2008.
[13] T. Wijaya, “Foto Jurnalistik,” Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2014.
[14] Ditwb, “Kawin Cai,” Indonesiana: Platform Kebudayaan, Sept. 16, 2019. https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/ditwdb/kawin-cai/#:~:text=Upacara%20adat%20Kawin%20Cai%20merupakan,sangat%20sulit%20untuk%20mendapatkan%20air (accessed Sept. 30, 2023).
[15] Wikipedia, “Kawin Cai.” Accessed: Sept. 30, 2023. [Online]. Available: https://id.wikipedia.org/wiki/Kawin_Cai#:~:text=Kawin%20Cai%20adalah%20salah%20satu,Nasional%20Gunung%20Ciremai%20(TNGC).
[16] R. Dwimarwati, & Djuniarti, “Cosmos Matrimony Between Kebo Wulan and Pwah Apsari Jabung on Kawin Cai,” Proceedings International Conference on Arts & Culture, vol. 1, no. 1, pp. 330-338, 2017.

Downloads

Published

2023-11-24

How to Cite

[1]
S. S. Kusuma, G. ., and S. G. Ajidarma, “Adat Kawin Cai dalam Karya Fotografi Dokumenter”, (Multimedia Audio Visual and Broadcasting Journal), vol. 5, no. 1, pp. 93–102, Nov. 2023, doi: 10.33050/mavib.v5i1.2983.

Most read articles by the same author(s)

<< < 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 > >>