Penggunaan Batubara Sebagai Pengganti Kerosin Untuk Menghemat Biaya Produksi Campuran Aspal Panas

  • Yunan Hanun STT
  • Wegie Ruslan STT

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mendukung program pemerintah sesuai dengan Peraturan Presiden no. 5
tahun 2006 tentang sasaran energi jangka panjang Indonesia tahun 2000-2025, yang tujuannya
mencari dan menggunakan energi alternatif lain, yaitu, coal, gas, hydro, geothermal, biomass, angin,
surya dan nuklir. Selama ini mesin pembuat campuran aspal panas (Asphalt Mixer Plant)
menggunakan kerosin sebagai bahan bakar untuk memanaskan batu pecah, abu batu dan pasir
sebelum dicampur dengan aspal semen. Permasalahan yang dihadapi selama ini adalah sampai
dengan saat ini ketersediaan bahan bakar kerosin semakin sulit diperoleh dan harganya semakin
tinggi. Sehingga biaya produksi menjadi tidak effisien lagi dan waktu penyelesaian pekerjaan (proyek)
sering tidak sesuai rencana. Dari hasil penelitian, batubara dapat digunakan sebagai pengganti
kerosin untuk membakar agregat pada Alat pembuat campuran aspal panas (Asphalt Mixer Plant)
dengan cara mengganti burner kerosin dengan burner batubara. Dari segi biaya, terbukti bahwa
pemakaian batubara lebih hemat. Dari segi peralatan mesin produksi campuran aspal panas (Asphalt
Mixer Plant) dapat dioperasikan dengan menggunakan bahan bakar batubara yang harganya lebih
murah dan performance mesin tersebut sama dengan apabila menggunakan bahan bakar kerosin.
Riset ini dilakukan pada Mesin Pembuat Campuran Aspal Panas (Asphalt Mixer Plant) milik PT.
Waskita Karya, merek Shin Sheng, type SAP 800 Batch, kapasitas 50 Ton/jam.

Published
2016-02-29
How to Cite
Hanun, Y., & Ruslan, W. (2016). Penggunaan Batubara Sebagai Pengganti Kerosin Untuk Menghemat Biaya Produksi Campuran Aspal Panas. CICES, 2(1), 49-54. https://doi.org/https://doi.org/10.33050/cices.v2i1.197
Section
Articles