PENGONTROLAN MUTU SISTEM INFORMASI DENGAN METODE DATABASE HEALTH MONITORING
Main Article Content
Abstract
Di era globalisasi seperti sekarang ini, sistem informasi bukan hal yang asing lagi. Sistem informasi yang ada saat ini telah mendukung seluruh kegiatan organisasi maupun perusahaan dalam pengolahan data untuk menghasilkan informasi. Sistem informasi akan memberikan banyak manfaat jika memiliki database yang ‘sehat’. Definisi database yang ‘sehat’ adalah database memiliki tingkat keakuratan data yang tinggi. sebaliknya manfaatnya kurang dirasakan jika sistem informasi memiliki database yang ‘tidak sehat’ akibat dari data anomaly. Karena data anomaly mempengaruhi proses memasukkan, menghapus dan memodifikasi data dalam relations. Selain itu, database yang ‘tidak sehat’ karena dari kesalahan-kesalahan pada saat penginputan data karena perbedaan standar yang diterapkan. Belum adanya indikator yang dapat mendeteksi kesalahan-kesalahan data anomaly dan hal-hal yang tidak mungkin. Untuk mengatasi hal tersebut maka dibutuhkan suatu metodologi yang disebut Database Health Monitoring (DHM) yang menggabungkan metode Database Self Monitoring (DSM) dan Server Health Indicator (SHI). DHM didefinisikan sebagai dashboard system yang menampilkan indikator sistem informasi dan indikator kapasitas penyimpanan data secara bersamaan, dengan DHM dapat mengantisipasi segala kemungkinan data anomaly dengan menggunakan teknik pengendalian mandiri untuk memperbaiki mutu sistem informasi dan pengendalian mandiri kapasitas penyimpanan. Pada artikel ini, diidentifikasikan masalah yang dihadapi perusahaan dalam hal peningkatan mutu sebuah sistem informasi, didefinisikan 4 ciri khas dengan menggunakan metode DHM sebagai langkah pemecahan masalah, dan 7 manfaat dari penerapan konsep baru tersebut. Selain itu, ditampilkan listing program yang ditulis menggunakan Active Server Pages. Dapat disimpulkan bahwa dengan metodologi DHM ini dapat menjadi sebuah evaluasi terkini dalam meningkatkan mutu informasi, serta mendukung seluruh kegiatan organisasi maupun perusahaan dengan lebih stabil, terkontrol dan termonitor lebih baik.
Downloads
Article Details
References
Hadi, Mulya. (2006). Dreamweaver 8 untuk Orang Awam, Maxikom, Palembang.
Hellens, L. A. von. (1997). Information Systems Quality versus Software Quality, School of Computing and Information Technology, Griffith University, Brisbane, Australia.
Lee Jason, Gunter Dan, Stoufer Martin, dan Tierney Brian. (2002). Monitoring data archives for grid environments, Lawrence Berkeley National Laboratory.
Narayanan Dushyanth, Thereska Eno, Ailamaki Anastassia. (2005). Continuous resource monitoring for self-predicting DBMS, Microsoft Research, Cambridge dan Carnegie Mellon University.
Priyambodo, Tri Kuncoro, Rahardja, U, dan Chalifatullah, Siti. (2008). Pengontrolan Mutu Sistem Informasi dengan Metode Database Self Monitoring, Jurnal CCIT, Vol 1 No. 3/Mei. Tangerang: Perguruan Tinggi Raharja.
Sköld, Martin. (1997). Active Database Management Systems for Monitoring and Control, Sweden: Department of Computer and Information Science Linköping University.
Rahardja U, Budiarto Mukti, dan Maimunah. (2007). Absensi Online (AO). Jurnal Cyber Raharja Edisi 7 Th IV/April. Tangerang: Perguruan Tinggi Raharja.
Rahardja U, Henderi, dan Maimunah. (2006). Dashboard Technology Sistem Evaluasi Kinerja Mandiri Cybercorp. Jurnal Cyber Raharja Edisi 5 Th. III/April, Tangerang: Perguruan Tinggi Raharja.
Renaldy, Bernard Suteja. (2006). Membuat Aplikasi Web Interaktif dengan ASP, Informatika, Bandung.
Yuswanto dan Subari. (2005). Mengolah database dengan SQL Server 2000, Prestasi Pustaka, Jakarta.
12. Wen Cheng, Shang, (2002). Using Architectural Style as a Basis for System Self-repair, School of Computer Science, Carnegie Mellon University